Stasiun Pondok Ranji dan Sudimara adalah tempat yang memiliki jumlah penumpang naik dan turun paling banyak.

Malam hari, saya yang turun di Rawabuntu, satu stasiun lebih jauh dari Sudimara, kadang mendapat tempat duduk di gerbong yang mulai sepi, seperti malam ini.

Saya letakkan tas di pangkuan, dan mulai asyik membaca saat tiba-tiba terdapat rasa aneh yang menjalar di paha kanan.

Awalnya saya kira hanya halusinasi semata. Ada rasa hangat yang menyelimuti sisi kaki saya. Tapi ternyata ini nyata.

Kehangatan itu lama-lama naik dan naik hingga ada di bawah tas, dan terasa panas sekali.

Saya terkejut, segera mengangkat tas dan berpikir, benda apa yang saya bawa di dalam tas, bersuhu panas, dan bocor hingga merembesi kaki saya? Pastinya tak ada.

Setelah tas saya pergi dari tempatnya semula barulah saya sadar apa penyebab rasa itu, tepat saat roda kereta mendecit dan berhenti di Rawabuntu.

Wanita yang duduk di sebelah kanan saya berdiri, hendak turun. Tangan kirinya, memegang sebuah kantung yang ternyata selama ini diletakkan tepat di sebelah saya.

Sekantung sup yang baunya meruak dan seperti baru saja keluar dari panci, melihat cara si empunya memegangnya dengan ujung jari.

Sup itu bergoyang ke kiri dan kanan, hampir mengenai muka saya yang juga hendak berdiri, saat pemiliknya hampir kehilangan keseimbangan kala melangkah tepat di depan saya. Haduh haduh.